“Pernah mencintai tanpa pantang lalu berakhir membenci dengan lantang”
—Prosa Hitam - firaorish
June 2013
2 posts
“Jika nyatanya Tuhan menahan, tidak seharusnya aku menentang. Biar harapan itu menemukan bintangnya”
—Prosa Hitam - firaorish
May 2013
5 posts
“Biarkan aku terlepas dari rindu yang menambah beban. Aku ingin bebas seperti ketika rintik hujan datang sekalian”
—Prosa Hitam - firaorish
“Aku lebih suka menyapamu dalam tanda tanya. Melihatmu dalam hitam cahaya. Menyentuhmu dalam maya”
—Prosa Hitam - firaorish
“Berlalu dengan sendirinya. Dengan meninggalkan jejak tanya. Ternyata hanya itu yang kamu punya”
—Prosa Hitam - firaorish
“Bersahabat dengan kenyataan untuk diam- diam mencintaimu. Sepertinya semu. Tetapi ini caraku”
—Prosa Hitam - firaorish
March 2013
6 posts
“Rindu itu menyesakkan ketika mulai mengadu gaduh tetapi justru dienyahkan”
—Prosa Hitam - firaorish
“Mencoba menutup mata. Biar cinta bercerita lewat kata. Aku tahu, telinga tidak akan berdusta”
—Prosa Hitam - firaorish
“Mencoba menyulut api, masalah panjang semakin tak bertepi. Memang tak bisa diajak bermain rapi”
—Prosa Hitam - firaorish
February 2013
6 posts
“Candamu tidak lagi candu. Ketika mulai memuja orang lain dihadapku. Pasang muka sendu, namun kamu tetap bertingkah gaduh seolah tidak tahu”
—Prosa Hitam - firaorish
“Ternyata hanya membuat lemah, aku hanya akan mengucap terserah. Semua tenaga sudah kukerah, aku terlalu lelah untuk marah”
—Prosa Hitam - firaorish
“Terlalu candu, malah membuatku semakin tersedu. Membolak balik hati bagai dadu. Dengan kata aku mencoba mengadu”
—Prosa Hitam - firaorish
“Sepertinya semua terlanjur meresap. Hingga membuat hati mudah berderap. Saat kamu kembali mendekap, aku akan hilang bagai asap”
—Prosa Hitam - firaorish